Spot Instagenic di Hotel Pepita Mbay

Tampak depan Hotel Pepita di Mbay.

Siapa yang pernah ke Mbay, Ibu Kota Kabupaten Nagekeo? Tentu banyak diantara kalian yang pernah ke sana terkhusus teman-teman yang berdomisili di Pulau Flores, karena Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terpeta di Pulau Flores. Mbay merupakan kota bertopografi datar/rata, dengan jalan-jalan yang lebar, serta petak-petak sawah tersisip di kota tersebut. Agak ke luar pusat kota, petak-petak sawah mendominasi pandangan mata. Tidak heran, Mbay juga dikenal sebagai pusat penghasil beras terbaik. Seloroh keponakan saya: tidak ada cerita Orang Mbay kehabisan stok beras.

Dan, siapapun yang pergi ke Taman Wisata Laut 17 Pulau Riung, taman laut, dari arah Aigela, pasti alias harus melewati Kota Mbay.

Asyik Dibaca: Proses Pembuatan Tenun Ikat


Tanggal 4-5 Februari 2019 saya (dan Tim Promosi Universitas Flores) berkesempatan kembali ke Kota Mbay untuk perjalanan dinas mempromosikan Universitas Flores di SMA/sederajat. Jalan-jalan kerja memang selalu menyenangkan. 


Jarak antara Kota Ende ke Kota Mbay adalah 89,7 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua jam (bisa lebih, bisa kurang, tergantung kecepatan speedometer). Perjalanan ke arah Barat Pulau Flores  dari Kota Ende ini akan diawali dengan pemandangan laut dan pantai, gunung, hutan, tebing, perumahan penduduk, hingga lahan-lahan pertanian. Namun jangan lupa untuk mampir mengaso di percabangan Aigela (simpang tiga: Ende - Bajawa - Mbay) untuk sekadar menikmati segelas kopi serta jagung rebus.

Pemandangan sebelum memasuki Kota Mbay, dari arah masuk Aigela.

Meskipun salah seorang keponakan saya menetap di Kabupaten Nagekeo, tepatnya di Pustu Towak yang jaraknya tidak seberapa jauh dari Kota Mbay, tapi waktu itu saya harus mengikuti tim untuk menginap di sebuah hotel yang terletak di pusat kota yaitu Hotel Pepita. Malam itu, usai menikmati bebek dan ikan panggang di rumah keponakan, saya dan beberapa teman meluncur ke Hotel Pepita. Tubuh sudah sangat letih dan butuh istirahat.

Hotel Pepita


Hotel Pepita, bertingkat dua, terletak di pusat Kota Mbay, tepatnya di Jalan WY Lalamentik, Danga, Kecamatan Aesesa. Malam itu saya tidak sempat mengeksplor sekitar hotel, jadi begitu selesai check in, langsung bersih-bersih dan istirahat. Sedangkan sebagian anggota tim lainnya sudah lebih dulu terlelap. Haha.

Salah satu tipe ranjang di Hotel Pepita. Yang ini double bed (king size). Beda loh ya sama twin bed (dua tempat tidur - terpisah). 

Sudut kamar Hotel Pepita: meja perempat lingkaran yang menempel di dindingnya, sebuah kursi, dan cermin segiempat.

Kesan pertama memasuki kamar di Hotel Pepita adalah nyaman. Meskipun ukuran kamarnya tidak besar-besar amat. Satu double bed dengan seprei putih yang rapi dan handuk yang dilipat berbentuk bunga, dua bantal, minus guling. Di depan tempat tidur ini terletak lemari pendek/laci dan digantung satu televisi. Sudutnya, terletak meja, kursi, dan cermin. Di atas meja sudah tersedia botol air minum ukuran sedang (di foto, botol air minum ukuran besar itu saya bawa sendiri), serta sikat gigi dan pasta gigi mini. Kamar mandinya pun mini, tapi bersih dan harum dengan satu kloset duduk dan shower.

Asyik Dibaca: Si Kembar Kolibari dan Kezimara


Mari tidur ... tidur yang nyenyak. Malam itu saya lebih cepat terlelap, mungkin karena letih, mungkin karena buaian AC.

Spot Instagenic


Pagi hari barulah saya berkesempatan mengeksplor Hotel Pepita. Tapi sebelumnya, harus sarapan dulu dooonk. Wajib itu! Hehe. Sarapan yang disediakan di ruang makan semi outdoor ini beragam. Ada roti yang ditemani margarin dan selai, ada pula nasi beserta lauk-pauk khas sarapan seperti telur, sayur, dan tempe yang dibumbu. Minumnya umum saja: air putih, teh, dan kopi. Pelayanannya oke, mirip hotel-hotel lain di kota besar yang pernah saya inapi. Tamu juga boleh meminta pelayan untuk memanggang roti.


Dari dua sudut pengambilan foto saya menonton mereka main catur, kelihatan kalau ruang makannya semi outdoor kan ya.

Kalau yang ini kamar yang berhadapan langsung dengan ruang makan. Keren kan? Lantainya itu bagus! Dipola sedemikian cantik dari bebatuan.

Usai sarapan saya mulai mengeksplor Hotel Pepita. Ruang makan hotel ini dengan kamar-kamar di lantai bawah dipisah sebuah sekat dinding. Menariknya sekat ini didekorasi sedemikian rupa sehingga sangat memanjakan mata. Ada yang ditempeli kain tenun ikat dan diletakan beberapa ornamen sebagai asesoris, ada pula yang ditempeli wallpaper. So instagenic!


Tepat di depan ruang makan, sebelum lobi dan di samping front officer desk, dipetakan bangku-bangku unik serta koran-koran:

Asyik kali foto di sini hahaha. Di belakangnya itu ya ruang makan. Di depan spot membaca ini, bagian dindingnya, digantung foto-foto pemilik hotel beserta anak-anak mereka.

Lobi Hotel Pepita sangat luas, diisi beberapa unit sofa dan macam-macam ornamen yang bikin perasaan jadi adem melihatnya. Kalau begini sih, andaikan tidak kebagian kamar, tidur di sofa lobi pun saya mau:


Karena pagi itu juga kami harus check out dari Hotel Pepita, maka beberapa anggota tim juga bersiap-siap di teras hotel:


Bukannya membantu mereka mengurusi berkas dan kebutuhan promosi, saya malah asyik foto sana-sini. Haha. Maklum, hotel ini sepertinya memang disengaja dipenuhi spot-spot yang menarik hati dan sulit untuk diabaikan begitu saja. Misalnya bunga-bunga di depan pagar, pot-pot bunga gantung, sampai bebatuan hiasnya.



Informasi


Karena bukan saya yang membayar jadi saya tidak tahu rate kamar di Hotel Pepita. Karena, kesalahan informasi dapat menjadi hoax hahaha. Tapi bagi kalian yang hendak menginap di hotel ini, atau ingin mencari informasi, bisa menghubungi nomor telepon yang tertera pada screen shoot berikut ini:


Bagaimana, kawan? Asyik kan? Jadi, kalau kalian datang ke Pulau Flores, atau ke Kota Mbay, jangan lupa menginap di Hotel Pepita Mbay. Pelayanannya ramah dan berkelas, penampakannya memanjakan mata, banyak spot instagenic-nya, dan saya yakin harganya bersahabat dengan kantong.

Asyik Dibaca: Pemburu Sunset; Dermaga Perikanan Ende


Happy traveling!


Cheers.

Komentar